Minggu, 09 Maret 2014

Ujian Pertama Putriku

Mungkin orang tua sedang senang- senangnya melewati hari- hari baru bersama buah hati, apalagi buah hati pertama. Inilah yang aku rasakan sesungguhnya. Saat bulan pertama putriku lahir ini adalah saat yang paling membahagiakan meskipun aku sempat baby blues. Kalian mau tahu kenapa??
Aku melahirkan di kampung, daerah Jawa Tengah. Katanya, ga boleh tidur siang, ga boleh makan pedes- pedes sampai 100hari, ga boleh makan yang panas- panas, ga boleh ditekuk kakinya, ga boleh ini itu sampai puyeng dengernya.. Makannya aja sayur bening sama rebusan- rebusan tempe tahu. Pokoknya sampai bosen banget, palagi aku operasi caesar.,.hfftttt... Aku sempet juga ngoceh" orang abis lairan tuh butuh istirahat cukup, capek dari hamil sampai lahiran. kenapa ga boleh ini itu.." akhirnya sempet baby blues deh.. apalagi kalau nangis, pengen istirahat harus ditetein,,hhfttt..

Tapi semua itu hilang saat aku harus membawa putriku ke Rumah Sakit karena sudah 40 hari lebih pusarnya tak kunjung kering. Di dalam pusarnya pun seperti ada bisul. Aku tanyakan ini ke bulikku, katanya perlu dioperasi. Aku masih santai, karena aku pikir ah, operasi kecil kali..paling buang bisulnya tok.. akhirnya saat tu hari Rabu, 31 Juli 2013 saat 1minggu lagi Lebaran, aku bawa anakku ke Rumah Sakit untuk konsultasi lebih lanjut dengan dokter bedah tempat bulikku bekerja.

Cek dicek, ternyata anakku punya kelainan, namanya Repair Urachus. Kalian tahu, itu apa? kalau ada yang ga tahu, aku kasih tahu ya...Ini adalah salah satu kelainan bawaan bagi seorang bayi yang baru lahir. Kata dokter, kelainan ini terjadi dengan perbandingan 1:1000. Jadi memang ini sangat langka. Seharusnya saat bayi lahir urakus(saluran kandung kemih-kayaknya ,aku kurang paham^_^) sudah menutup secara sempurna. Namun sayangnya urakus milik putriku belum menutup sebelum lahir. Ini terjadi karena bawaan dari kehamilanku. Entah apa penyebabnya aku kurang tahu. Tapi yang pasti, ciri- ciri kelainan ini:
a. pusar yang telah puput(lepas dengan sendirinya setelah lahir) selalu dalam keadaan basah
b. cairan yang keluar seperti nanah tetapi encer, baunya hampir seperti air pipis
c. di dalam pusar seperti ada bisul berwarna putih besarnya seperti kacang hijau.

itu ciri- ciri yang putriku alami. Sebenarnya aku tahu ada tanda- tanda itu sejak puput. Keanehan aku temui ketika aku melihat baru pertama kalinya pusar puput.. Pertanyaanku saat itu, "ko kayak gini, ya??ada putih-putih kayak bisul"..tapi aku pikir emang kayak gitu bentuknya kalo puput kali. Tapi aku hanya membatin saja..

Ternyata hari ke hari setiap aku mandiin selalu basah mengeluarkan cairan seperti nanah. Katanya bisa sambil dijemur, dikasih betadin tapi tetep aja ga berubah sampai akhirnya aku periksakan ke dokter dan kuputuskan untuk langsung operasi.

Sedih banget rasanya anakku yang masih bayi harus dioperasi, aku ga boleh lihat, dia harus puasa selama 4 jam, nangis-nangis pengen mimi tapi ga boleh, suamiku belum pulang, aku ga bisa ngapa- ngapain...hhffft...aku cumaa bisa nangis, seddiiihhhh...bannngggeeetttt... pasca operasi mau masuk ruangan infus anakku yang kebetulan saat itu dipasang di kaki, ternyata lepas dan mengakibatkan berdarah.. Tambah nangis anakku,...sseeddiiiihhh,...bannnngggetttt..butuh sekitar 2-3 jam untuk kembali memasang infusnya dan diputuskan untuk dipindah ke tangan... bayangin aja, anakku masih bayi, harus menahan lapar, rasa sakit karena operasi ditambah pengulangan infus. Nangis yang cuma bisa ia lakukan. Nangis seperti itu masih belum boleh dimimiin, harus nunggu suara tangisnya kembali seperti semula, dengan suara keras untuk menghilangkan efek biusnya...  

Sedih rasanya jika ku mengingat masa- masa itu, masa- masa tersulit untuk aku, suamiku dan anak pertamaku... Aku hanya bisa berdo'a semoga kelak ia menjadi anak yang sehat, cerdas dan lincah serta berakhlaqul karimah. aamiinn..

sampai sini dulu cerita tentang ujian pertama putriku... semoga bermanfaat, ya, teman..aku berdo'a semoga kalian tidak mengalami hal yang sama denganku. aamiin...

sekarang nampang dulu saat putriku di rumah sakit...

see u again....^_^

Rabu, 18 Desember 2013

Kelahiran Putri Pertamaku

Sudah lama aku ingin membuat catatan khusus tentang perkembangan putri kecil pertamaku. Tapi baru kali ini aku bisa memulainya.
Aku mulai dari proses melahirkan. Saat itu malam Senin sekitar pukul 00.30 aku sudah mulai merasakan mules, kalau aku bilang sih kaya kalau aku mo haid. terus juga ngeluarin kyk bercak darah haid tapi dikit. Dan aku kebetulan saat itu sedang whatsappan dengan suami yang notebene masih terpisah jarak, dimana suamiku di jakarta dan aku di kampung halamanku di Jawa yang memang sudah berniat akan melahirkan di tempat orang tua, tempat kelahiranku.
Saat itu padahal sudah malam, tetapi suamiku belum tidur masih siaga menjelang proses persalinan supaya bisa cepat ambil langkah untuk pulang kampung sesegera mungkin dan memang kebetulan dia juga tengah menyelesaikan pesanan toples flanel yang menjadi usaha sampingan kami.
Benar saja, aku semakin mules. sekitar pukul 03.00 dini hari aku rasanya ingin sekali buang air kecil yang memang sudah beberapa minggu terakhir membuatku harus bolak- balik ke kamar mandi untuk malam- malam. namun belum sampai ke kamar mandi tiba- tiba saja air seniku (menurutku) keluar begitu saja tanpa disengaja dan tidak bisa ditahan. Sesegera mungkin aku ke kamar mandi dan membuang hajat kecilku. Kembali keluar air yang tak terduga tadi dan kali ini keluar sangat deras dan ketika aku mencoba membersihkannya sangatlah lengket. Aku tak tahu itu apa, karena ini pengelaman pertamaku. Tetapi menurutku itu air ketuban karena sering aku browsing di internet tentang tanda- tanda persalinan, dan sepertinya ini sudah terjadi padaku.
Keluar dari kamar mandi, aku langsung membangunkan ibu dan memberitahukan tanda- tanda itu. Beliau tenang- tenang saja, mungkin "kembar banyu" -semacam air ketuban(istilah Jawa). Aku disuruh ibu untuk jalan- jalan saja di kamar, harus banyak gerak pokoknya supaya persalinan lancar kata orang- orang Jawa zaman dulu. Aku turutin ajalah..
Aku dan ibuku pagi- pagi sekali akhirnya memutuskan untuk periksa ke bidan di balai desa yang kebetulan dia adalah temanku, agar tahu bagaimana penanganan selanjutnya. Sempat aku diberi saran oleh tanteku yang kebetulan perawat di salah satu Rumah Sakit di daerah tempat tinggal untuk pagi ini juga dibawa ke Rumah Sakit supaya penanganan lebih cepat. Dan menurutnya, air itu memamg air ketuban yang rembes dan sudah pasti sudah masuk pembukaan. Namun ibuku memilih untuk ke bidan terlebih dahulu saja yang terdekat supaya beliau tak menunggu lama sampai melahirkan nanti di Rumah Sakit. ( ga mau rugi intinya^_^)
Sampai ke bidan, diperiksa dan memang sudah pembukaan 1. Daaaaaaaannnn...yang lebih mengejutkan lagi, ini disebut ketuban pecah dini. Seharusnya ketuban belum pecah karena baru pembukaan 1 dan posisi bayi pun belum masuk persis di jalan lahir. Jadi aku disarankan untuk tiduran saja tidak boleh banyak bergerak karena ini akan mengakibatkan aliran ketuban semakin banyak dan jika semakin sedikit yang tersisa akan menyulitkanku saat persalinan nanti.
Seketika saja aku kaget dan cemas. Kenapa jadi begini??kalau dibilang prematur nggak kali ya.. karena waktu tu HPL 21 Juni sementara ketuban pecah 17 Juni. Ya sudahlah, aku nurut saja. Dan aku disuruh nunggu sampai jam 3 sore(12 jam ketuban pecah) jika pembukaan tidak berlanjut, terpaksa harus dibawa ke Rumah Sakit untuk pertolongan lebih lanjut, atau bisa juga pagi itu langsung ke Rumah Sakit. Tetapi ibuku lebih memilih nunggu di rumah aja, barangkali jam 3 sore nanti pembukaan udah nambah biar ga perlu jauh- jauh ke Rumah Sakit katanya. Yo wes, aku manut. Suamiku pun bergegas pulang kampung pagi itu juga setelah aku kabari sudah pembukaan 1.
Kulewati jam demi jam di rumah dengan hanya tiduran miring. Aku sudah merasakan mules yang luar biasa, sampai aku hitung aku mules dalam kurun berapa menit sekali sebagai penanda barangkali pembukaan sudah meningkat, begitu kata teman bidanku. Aku hitung frekuensi mulesku, tapi kadang cepet, kadang lama. Semua orang terdekatku sudah bersiap- siap untuk persalinanku ini. Maklum, aku anak pertama di keluargaku, jadi sangat ditunggu- tunggu.
Sudah sampai siang pukul 2, suamiku alhamdulillah sudah sampai. Semuanya bergegas menyiapkan akomodasi, perlengkapan dll. Menurutku mulesnya sudah sangat sering, tapi ada yang mengganjal. Kata temanku itu, kalo mulesnya udah sampe ga bisa makan, ga pengen apa- apa apalagi ketawa juga susah, berarti udah siap melahirkan. itu yang belum aku rasain. Lucu juga sih, tanda- tandanya. Tapi beneran, aku masih bisa makan, minum, ketawa. berarti belum ya??(padahal berharap udah:-( )
Sesuai kesepakatan, jam 3 aku dicek lagi oleh temenku apakah sudah maju belum pembukaannnya. Kali ini dia yang diminta ke rumah, biar efisien. Kalau ternyata belum biar bisa langsung cao ke RS. Daaaaaannnnn....detik- detik menengangkan saat itu. Mulai aku diperiksa temenku dan ternyataaaaaaa.......menyedihkan...masih pembukaan 1...   nangis deh aku, berarti harus ke RS.
Akhirnya semua orang sibuk menyiapkan semuanya. Sampai tetangga sekitar dan saudara- saudara terdekatku ikutan rempong. Rame banget pokoknya. Padahal di otakku aku takut karena katanya aku harus dipacu..hhhhhhhfffftttt...apapula itu....
Rumahku mendadak ramai, semua orang ribut mengantarkanku ke RS. Tapi dalam hati aku senang, berarti mereka perhatian dan sayang sama aku. Sesampai di RS, di UGD aku dicek lagi pembukaannya. Daaaaannnnn....masih 1... hhhfffttttt.....Keluargaku menunggu di luar. Tak lama kemudian, aku dibawa ke ruang bersalin. Dalam hati apakah aku sudah siap melahirkan????aku takut, cemas dan senang bercampur jadi 1. nano- nano.
aku langsung dikasih obat pemacu, disitu aku udah ga pengen makan, minum ato apapun. cuma pengen BAB^_^. mules semakin mules, obat pacu sudah 2 jam, pembukaan naik 1, jadi 2. hhhfffttttt....lanjut ke pacuan kedua, kali ini lewat infus. bbbbbbbeeeeeeehhhhhh....mulesnya makin jadi, subhanallah bgtttt..aku cuma bisa tiduran miring, merasakan mules tak tertahan, rasanya pengen BAB, sambil terus mengelus2 perut dan minta juga dielusin punggungnya sama ibu, suami ato siapapun yang lagi nungguin.
dan sedihnya lagi, sudah malam sekitar jam 10, pembukaan masih 3-4 katanya. Masya Allah, mulesnya udah ga karuan gini masih segitu2 aja??? sedihnya lagi, aku dimarahin sama bidan dan dokter katanya ga boleh ngeden, kasihan sama kepala bayiku, udah panjul alias panjang katanya. Aku kesel juga dibilangin bolak- balik ky gt apalagi brp menit sekali aku ga tahu dicek denyut jantung anakku yang berarti aku harus nahan mules.. hhhfftttttt...rasanya pengen marah- mara aku.
Sampai larut malam, ibuku dan tetangga juga suami yang nunggu ga bisa tidur karena aku. Sepanjang malam itu aku hanya bisa merasakan mules, mules dan mules. Tapi ga ada bayangan sama sekali dalam benakku kalo aku mo nglahirin. sama sekali. aneh yaaa? tau ga, karena kesel saking mulesnya ga boleh ngeden, aku bandel ngeden aja, dan imbasnya keluar tinja sedikit dan darah kata ibuku. Kasihan ibuku jadi harus mbersihin itu. maaf ya bu..^_^
aku pengen nangis, pengen ngeluh sakit tapi ga boleh sama ibuku, harus banyak2 istighfar, dan taukah kalian, ibuku nangis ngliat aku kayak gitu. Suamiku memilih menunggu di luar , ga tega katanya..hhhhfffttt...nyebelinnn.... tp emang tetep yang aku cari ibuku. ga boleh pergi sama aku, harus ndampingi aku terus makanya nangis.
Daaaannnn....shubuhnya aku dicek lagi dan masih pembukaan 3-4-5. ooohh nnnooo....Bisa gitu ya, ada 3 pilihan pembukaan..hheeee....
sekitar pukul 05.30, bidan memanggil suamiku dan ibuku. Ketika mereka pergi, datang 2 orang bidan membawa baju biru. Aku tanya, kenapa mba? mau ngapain???katanya SESAR buuu...
seketika langit kaya mo runtuh(lebay bgt yaaaakkkk???) ga ada bayangan sedikitpun aku mau melahirkan caesar. Dan benar saja, suamiku masuk dan memberitahuku untuk melahirkan caesar. ada perasaan sedih dan senang. Sedih, karena aku ga bisa nglahirin normal. Senang, berarti aku ga perlu nunggu lama lagi untuk bermules2 ria menantikan sampai pembukaan 10. Yo weslah, aku caesar. Dan pakai Jampersal, setelah beradu argumen sama bidan aku ga mau KB, akhirnya karena biaya operasi yang mahal menurutku, aku ikut program pemerintah pakai jampersal yang biaya persalinannya  dibayarkan oleh pemerinta dan harus KB spiral. Meskipun takut, aku tetap memilihnya. Gapapalah daripada harus bayar 8-9 jt untuk operasinya saja, belum biaya kamar dll.
Akhirnya aku ganti kostum(kayak mo syuting.hiks.hiks.) dan dipasang selang lalu dibawa pakai kursi roda menuju ruangan operasi. Kalian tau?ibuku nangisnya tambah jadi karena aku mo dioperasi dan menciumku dengan penuh cinta kasih. Aku santai aja(payah bgt, yaa??)
Masuk ruangan operasi, aku menggigil, dingin bangettt,...daaannn...dilema...perawat ato siapapun itu nama profesinya yang mengurus operasikun sebagian besar laki2 padahal aku sudah tidak berpakaian selain baju operasi itu. Aku disuntik bius dan bersiap di meja operasi, daaaannnn...pengalaman pertamaku dibius, kaget. Bagian dada ke bawah sudah tak merasakan apa2. Langsung saja aku digarap oleh 3 dokter. Kalian tahu, aku bisa merasakan meskipun tidak jelas saat perutku dibedah..ooohhh nnoooo..perutku diapakan. karena takut, aku langsung pejamkan mataku, dan tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi yang begitu nyaring. HHaaaaahhhhh....anakku sudah lahir, alhamdulilllah....aku langsung meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka mengatakan"CEWEK" lalu tiba2 dia bilang, "ooohh tidur" (maksudnya aku kali).
sampai sekarang, aku nyesel and ngerasa bodoh bgt ga ngliat ky apa bayiku saat baru banget lahir...hhhffftttt....
Hari itu, Rabu, 19 Juni 2013 pukul 06.40 kalo aku liat di surat kelahiran dari RS, anakku lahir dengan sehat, selamat dan kondisi normal dengan berat 3 kg dan panjang 50 cm.
alhamdulillah, seneng bgt and plong rasanya. bayiku langsung dibawa entah kemana dan aku masih diudal2 perutnya oleh dokter. setelah selesai, aku dibawa ke ruang perawatan. Saat keluar dari ruang operasi, tubuhku masih kaku belum bisa digerakkan, sehingga saat memindahkanku ke tempat tidur butuh beberapa orang dan tenaga. Ow ow ouuww  ternyata kayak gini to, dicaesar.. sekitar 4 jam tubuhku baru bisa pulih bergerak dannn kawan, aku kasih tau, ya, dicaesar itu sakit bgggttt...mo miring aja susah. lengkap deh proses persalinanku. Setelah menikmati mules berkepanjangan 1hari 2 malam, akhirnya dicaesar dan sekarang harus menikmati nikmatnya dicaesar. Makanya aku kasih tau ya, buat kalian wanita2 semuanya jangan pernah pengen melahirkan caesar, selain sakit kalian juga ga bisa menikmati persalinan normal.
Aku butuh waktu 1 bulan untuk pemulihan bekas jahitannya dan seperti bayi yang harus belajar lagi untuk tidur miring, tengkurep, duduk, berjalan dan aktivitas2 lainnya..udah gitu harus dirawat di RS sampai 4 hari..bbbbeeeehhhhh.......males bgt kaaannn???

yyyyyaaahhh.. itulah pengalaman persalinanku..alhamdulillah masih dikasih kenikmatan oleh Allah merasakan sebagai wanita seutuhnya, apalagi sekarang sudah ada si kecil yang menemani setiap hari dengan keunikan dan kelucuan juga segala hal yang menyenangkan bagi seorang ibu baru..kalian juga ngerasa hal yang sama to?
okelah....sampai sini dulu cerita kelahiran putri pertamaku.. insya Allah akan ada cerita lain tentang perkembangan putriku selanjutnya...oya, foto bayiku saat hari- hari pertama lahir ada disini...